Saturday, 1 February 2014

THE AMAZING AGNEZMO IS OFFICIALLY SIGNED BY SONY MUSIC GLOBAL USA



Oleh : Junedi Ragansan Purba


          Dream comes true, it’s really happening for Indonesian Megastar, one of the real dream warrior in the world, Agnez Mo, a multitalented Indonesian artist succeeds to note her name in the high quality world music industry by her official signing up in the world’s biggest music label, Sony Music Global USA, where the Hollywood’s best singer and performer such as Britney Spears, Miley Cyrus, Justin Timberlake, Celine Dion, Michael Jackson, and many more are also listed in this huge music label. Agnez Mo is the one and only Indonesian artist who can reach this great achievement and a really brilliant movement. Agnez Mo deserves it all. It proves that her hard work for many years to encourage her talent and her music quality has successfully brought her name  as one of the best artist in the world and now she is officially crowned as an international diva. Congratulation Agnez Mo, the world ain’t ready to see your amazing performance on stage.

      “I knew Agnez Mo was a star soon as she walked in my studio in Virginia, I heard her sing and it was over”, noted Timbaland, an American legendary music producer who has been working with Agnez Mo to produce her international music debute in America with one of her amazing song “Coke Bottle”. Since her appereances in many international event, such as being invited to be one of the international co-host at American Music Awards on 2010 and getting nominated in many international music awards such as MTV EMA, America’s Nickledeon Kids Choice Awards, Shorty Awards, World Music Awards and having collaborated with many international singer, such as Keith Martin, Christian Chaves, Michael Bolton, TI and Timbaland, the name of this most followed Asian artist with more than nine million follower on Twitter is getting bigger all over the world. This is a big history for Indonesian, even Asian music industry, where the artist can break the limit to stand in the same level with many superstars in Hollywood.

      Agnez Mo is a true story of a legend in making a history, her journey is a history of a very huge dream which is coming to be real. She is so brilliant and talented, works so hard and works so smart, fight in fire like a warrior in the battlefield, and God’s power totally works on her to make this happen as the true winner. One step closer, the new chapter of the successfull history is ready to begin. 

      Big thanks to God for this miracle, we believe that nothing impossible in You. Thank you so much Sony Music Global USA and Timbaland with all the team for your big trust in Agnez Mo, we will see the miracle are going crazy to happen on her. We are so blessed having you all with a very incredible quality. Big thanks to Agnez Mo’s family, team and management, we know that you are thinking and working so hard for this. Thanks a lot to the lovely Stuart Brazel and all Agnez Mo’s beloved friends, your love and support is real for her. And the very special thanks to all Agnez Mo’s fans NEZindaclub all over the world, your support is everything, let’s do it up to the finish line and let all the eyes getting spotted on her. The most important thing, thank you so much to the inspiring Agnez Mo, we are so blessed having you as our true inspiration for all generation, we will give you our full out support for your music career. And now here we are standing for a reason, fight for our dream like Agnez Mo has done.


God never promises that life is easy,
but God promises to give us strength to get it for God’s glory.
(JRagansan Purba)

Tuesday, 28 January 2014

AGNEZMO “THE REAL DREAM WARRIOR”

Oleh : Junedi Ragansan Purba


      “Dream, Believe, and Make It Happen”, itulah tagline cerdas dan inspiratif dari seorang Agnez Mo untuk menginspirasi lintas generasi di Indonesia bahkan di dunia, terutama generasi muda untuk berani bermimpi besar dan berani berjuang untuk mewujudkannya dengan keyakinan yang besar pula. Meski tak gampang dan tidak semudah membalikkan telapak tangan, perjuangan panjang dan proses yang keras ternyata berani untuk dilalui oleh artis multitalenta yang menyelesaikan masa sekolah SMP dan SMA hanya dalam kurun waktu empat tahun tersebut. Pekerja keras dan perfeksionis, kesan itulah yang terlihat begitu nyata melekat pada sosok seorang Agnez Mo yang tak pernah setengah-setengah untuk berjuang meraih mimpinya. Tak bisa dipungkiri, prestasinya yang cemerlang telah mengukuhkan namanya di posisi puncak industri hiburan tanah air dengan karya-karya yang berkualitas selama lebih dari dua dekade. Maka tak heran jika berbagai kemenangan “ajang penghargaan berkualitas” kerap “menghampiri” pelantun lagu Paralyzed tersebut. Guys, don’t said that it’s a lucky, she deserved of all that awards becoz of her quality and hardwork. No doubt, Agnez Mo is one of the most awarded winning artist in Indonesia and Asia, next to the world. Proud! 
Siapa berani bermimpi besar, kepadanya diberi kekuatan besar untuk berjuang,
Siapa berani berjuang dan tetap tegar, kepadanya keajabaian akan dinyatakan untuk jadi pemenang.


       Well known worldwide as a big entertainer atau yang lebih familiar kita kenal dengan istilah “go international” merupakan salah satu dari sekian banyak impian besar seorang Agnez Mo dalam karirnya di dunia entertainment. Ibarat petir di siang bolong, kata “go international” yang dulu diucapkan oleh teman duet Keith Martin di lagu I’ll Light a Candle tersebut seolah-olah seperti bola api yang membakar telinga orang-orang pesimis yang mungkin saja tidak memiliki impian pada saat itu. Tak pelak, pernyataan tersebut menjadi kontroversi yang berkepanjangan dan menimbulkan reaksi negatif yang terkesan “brutal”. Tak sedikit orang yang menertawakan impian tersebut karena dianggap tidak masuk akal, terlebih pada saat itu Agnez masih berusia belasan tahun dan mungkin dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang sepertinya tidak mau berkompetisi dengan nilai-nilai sportivitas tanpa memandang usia. “Aku muda, aku bisa, leo leo leo yeahhh!

    “It’s imposibble, arogan, sombong, merasa paling hebat, mimpi ketinggian”, itulah reaksi negatif dari berbagai kalangan pada saat itu, mulai dari awak media yang kerap menulis berita miring untuk menyindir, bahkan beberapa “musisi dan selebriti abal-abal” yang menggonggong karena meragukan atau mungkin memang tidak menginginkan impian itu terwujud. Who knows?, but it’s true! Sebagai pribadi yang cerdas, Agnez menjadikan semua celaan dan keraguan tersebut sebagai motivasi dan batu loncatan untuk membuktikan bahwa mimpinya layak diperjuangkan. Walaupun banyak yang mencibir dengan begitu liar, namun tak sedikit pula yang tetap setia mendukung karir pemenang tujuh kategori sekaligus dalam ajang JPop Asia International Music Awards tersebut. Her God, her family, her best friends, and her most die hard fans will always be there for her journey.

Ketika orang lain dengan begitu bahagai menertawakanmu,
Sesungguhnya saat itulah dengan begitu sedih mereka sedang menangisi dirinya sendiri.


     Jika kita teliti dengan cermat, tentu sangat tidak mungkin dengan sendirinya kata “go international” diucapkan jika pada saat itu tidak ada yang bertanya apa yang menjadi resolusi atau impian Agnez kedepan. Terlepas dari faktor spontanitas atau karena Agnez dan manajemennya memang sudah merencanakan resolusi untuk menjadi artis yang mendunia, ucapan Agnez untuk “go international” adalah jawaban yang sangat tepat pada saat itu walaupun dengan resiko yang tidak gampang. Bayangkan jika Agnez tidak pernah mengucapkan bahwa dia memiliki impian untuk “go international” pada saat itu, mungkin saja ceritanya akan menjadi berbeda dengan perjuangan panjang dan kerja keras Agnez untuk mencatatkan namanya sebagai artis berkualitas kelas dunia seperti  saat ini. Dear all good people, “Agnez tidak pernah mengumbar sensasi untuk pencitraan akan hal ini, hanya orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mendramatisir pemberitaan tanpa konfirmasi kepada orang yang bersangkutan”. Semoga orang-orang yang dulu pernah meragukan dan mencela impian Agnez masih dalam keadaan sehat hingga saat ini, sehingga mereka masih dapat melihat sesuatu yang telah nyata dari mimpi besar seorang anak bangsa. Love is the best way!
Forgive and love the other like you love yourself,
becoz you’ll get much from love more than you can give.


     Selangkah lagi sepertinya akan menjadi momen penting untuk menggenapi ribuan kilometer perjalanan Agnez menuju panggung dunia. Ibarat anak tangga, satu per satu ia lalui sebagai proses yang sangat berharga untuk mempertajam kualitas dirinya. Mungkin itu terasa begitu lama bagi sebagian orang, tapi faktanya adalah bahwa tidak ada lorong waktu menuju kesana dan kualitas benar-benar menjadi taruhannya. Bayangkan, dua puluh tahun berkarya tanpa lelah, dan mimpi itu masih berkobar dengan semangat '45 yang tetap sama hingga saat ini. Dream comes true, peluncuran single internasional berjudul “Coke Bottle” dan kerjasama Agnez dengan beberapa musisi dan selebriti kelas dunia serta kemunculannya di berbagai event penting di Amerika semakin mempertegas bahwa waktunya segera tiba. It’s the time for Indonesia to shake the world.

Sebagaimana benih, ia harus ditanam dan dirawat walau bertahun-tahun hingga berbuah,
Begitu juga mimpi, ia harus dibangun dan dikejar walau bertahun-tahun hingga nyata tanpa menyerah.


     Faith in God, itulah dasar yang kuat oleh keyakinan kepada Sang Pencipta atas segala sesuatu yang kita harapkan dan menjadi bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. The power of Faith, Love, Hope and Forgiveness, kekuatan itulah yang membuat bendera impian tersebut tetap berkibar dengan gagahnya. Jujur saja, jika Agnez tidak benar-benar taat secara rohani dan tidak setia untuk mengandalkan Tuhan, mungkin saja tidak ada cerita kesuksesan besar seperti saat ini dengan tetap berada di jalan yang benar. Faktanya dapat kita lihat dengan jelas lewat pemberitaan di berbagai media, sangat jarang untuk artis Indonesia bahkan artis dunia untuk dapat berprestasi dan memiliki kehidupan yang benar secara seimbang. No matter who we are, let’s grow up together in our faith. WE ARE ONE, WE ARE LOVE!.


Mimpi itu memang gratis, sehingga tidak ada yang membelinya,
Tapi darahmu ‘kan kau teteskan sampai habis, karena uang saja tak dapat mewujudkannya.
(JRagansan Purba)

Thursday, 9 January 2014

Kemerdekaan Fashion “Budaya Timur” Seorang Agnez Mo

Oleh : Junedi Ragansan Purba


       Sepertinya tak ada hal yang tak menarik untuk dibahas dari seorang Agnez Mo. Nama besarnya di dunia entertainmen Indonesia yang telah berhasil menembus pasar internasional membuatnya menjadi “menu utama” yang paling banyak dicari dan diperbincangkan, mulai dari karir, pendidikan, prestasi, fashion, hingga kehidupan pribadinya. Ibarat sebuah magnet, segala hal yang berkaitan dengan kepala sekolah Nez Academy tersebut memiliki daya tarik tersendiri untuk menjadi pusat perhatian publik. 

      Tak bisa dipungkiri jika keberadaan pelantun "Coke Bottle" tersebut merupakan salah satu fenomena di industri hiburan tanah air. Kehidupannya yang sarat dengan prestasi yang terbilang sangat cemerlang di usia yang masih muda serta kecerdasan intelektual yang terbilang sangat jauh di atas rata-rata artis Indonesia lainnya membuat banyak kalangan kagum dan menyukainya, tapi tidak sedikit pula yang kontra dan menebar rasa tidak suka dengan alasan-alasan dari pemikiran yang terkesan sangat dangkal. Lebih ironis lagi, rasa tidak suka tersebut mereka rawat dan mereka pupuk menjadi sebuah kebencian dengan memperdebatkan SARA dan hal-hal yang didasari atas emosi yang tidak terkontrol. Come on guys, kebencianmu ibarat kanker yang perlahan akan menggerogoti pikiraanmu.  Dear haters, say what you want, but love will always be the winner. 

      Salah satu fenomena dari seorang  Agnez Mo yang kini sedang hangat diperbincangkan adalah pro kontra terhadap fashion yang dikenakan artis multitalenta kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 tersebut. Salah satu hal yang menarik untuk dicermati dari kondisi ini adalah adanya beberapa media online ternama dengan “pikirannya yang sempit” memuat beberapa artikel yang dengan gamblang mengarahkan pembacanya untuk menebar kebencian dengan konten tulisan yang provokatif. Padahal, sebuah media pada hakekatnya harus bersifat netral dan tidak memiliki tendensi tertentu untuk memprovokasi pembacanya. Terlepas dari kesadaran mereka atas etika dalam sebuah media komunikasi dan publikasi, mungkin berita mengenai Agnez Mo adalah salah satu senjata paling ampuh bagi mereka untuk menarik perhatian pembacanya. Hal itu dapat dilihat dari jumlah ribuan komentar yang selalu lebih banyak jika dibandingkan dengan berita lainnya. Automatically, hal ini menjadi lahan subur bagi mereka yang hanya bisa berkomentar negatif tanpa melihat diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak lebih baik dari orang yang mereka komentari. 

      “Salah kostum”, sindirian negatif itulah yang sering dilontarkan oleh sebagian orang yang tidak suka dengan penampilan Agnez Mo yang katanya tidak pantas dan tidak sopan. Jika komentar-komentar negatif itu diutarakan secara objektif tanpa tendensi rasa tidak suka yang didasari rasa benci, maka seharusnya mereka juga bisa berkomentar positif jika penampilan Agnez Mo terlihat sopan, misalnya ketika Agnez Mo mengenakan batik dan tampil elegan di acara United Nations di Bali bersama Timbaland, bahkan Agnez Mo tampil sangat sopan dan simpel saat profil dan fotonya dimuat di Regard Magazine America. Adakah komentar positif dari mereka yang hanya bisa mencari-cari kekurangan dan kesalahan dari seorang Agnez Mo???. Tentu tidak, karena faktanya adalah sebagus dan sebaik apapun yang dilakukan teman duet Timbaland tersebut jika penilaian seseorang terhadap dirinya didasari oleh kebencian tentu saja tidak akan pernah menghasilkan kebaikan. Guys, don't waste your time, look in to yourself! 

      Dengan alasan bahwa katanya budaya ketimuran yang ada di Indonesia adalah budaya paling baik dan paling sopan di dunia, hal itu mereka jadikan senjata untuk men-judge berbagai penampilan dan style pemilik album “…and the story goes” tersebut. Tapi faktanya, koruptor dan pelanggaran moral justru termasuk paling merajalela di Indonesia. Seseorang dengan cara berpakaian yang sangat sopan pun tidak menjamin bahwa karakternya baik dan benar, bahkan bisa jadi lebih buruk dan liar. Itukah “budaya timur” yang selama ini kita dengung-dengungkan lebih baik dari budaya barat?  Think again!

      Pada intinya, apapun yang ia lakukan dan ia gunakan tidak merugikan pihak manapun, tidak merugikan dirinya sendiri dan tidak merugikan orang lain. Jika setiap orang bisa berpikir dengan akal sehat yang benar, yang salah bukanlah Agnez Mo dan kostumnya, tapi karakter orang-orang yang tidak rela melihat kesuksesan artis dengan follower terbanyak se-Asia tersebut. Jika Agnez Mo bisa menjadi artis multitalenta yang sangat profesional, seharusnya mereka juga bisa menjadi hater yang profesional. Let's pray for them! 

      Fashion is art, its universal and unlimited. Tampil sopan adalah sebuah keharusan karena etika, tampil seksi adalah sebuah pilihan karena estetika. Tapi tampil seksi dengan tetap berperilaku sopan adalah sebuah kemerdekaan fashion budaya timur untuk estetika yang beretika. It's Agnez Mo with her unique and high quality fashion phenomena.     


Fashion is just what you use because you like it, 
but character is what you are because it live in you. 
(JRagansan Purba) 

Thursday, 5 December 2013

NEZ ACADEMY : ORIGINALLY MADE IN INDONESIA



By : Junedi Ragansan Purba 
        (@djunaragansan) 

Seiring perkembangan industri hiburan yang semakin pesat, baik industri hiburan tanah air maupun industri hiburan internasional, maka semakin banyak pula kebutuhan akan bakat-bakat baru untuk menjadi pelaku industri hiburan tersebut. Ibarat gayung bersambut, lahirlah berbagai ajang pencarian bakat dalam mencari talenta baru untuk memfasilitasi tingginya animo masyarakat yang ingin menjadi bagian dari dunia entertainment tersebut.  Terlepas dari berbakat atau tidaknya masyarakat yang ingin terlibat  seolah tidak menjadi masalah, karena setiap orang memiliki hak dan kebebasan yang sama untuk berkompetisi. Tapi terkadang, hak dan kebebasan yang meluas melebihi batas-batas yang ditentukan seolah-olah dan bahkan nyata membayangi sportivitas sebuah kompetisi untuk benar-benar bersaing secara sehat untuk menjadi seorang pemenang yang katanya harus memiliki kualitas terbaik. Faktanya, “bumbu-bumbu” seperti "drama" dibalik bakat yang ditampilkan bukan lagi sekedar “penyedap rasa”, tapi sudah terlihat seperti “menu utama” yang ampuh sebagai senjata untuk menarik perhatian dan simpati publik. Itukah yang namanya sportivitas???

       Menilik eksistensi dunia entertaiment, tak bisa dipungkiri jika industri hiburan di negeri Paman Sam Amerika memang menjadi kiblat dunia entertainment di berbagai negara, sehingga tak mengherankan jika banyak negara termasuk Indonesia yang “mengadopsi” berbagai ide dan program pencarian bakat dengan menerapkan prosedur dan ketentuan yang sama persis dengan negara adidaya tersebut. Dengan demikian, hal itu menjadi sangat mudah bagi negara yang mengadopsi sebagai penyelenggara karena tidak perlu repot untuk menggagas kreativitas baru dalam menyusun sistem dan prosedur pelaksanaannya, karena secara otomatis hanya mengikuti template atau sistem yang telah ditentukan, singkatnya dapat kita sebut dengan istilah “copy paste”. Tentu Anda dapat menyebutkan satu per satu nama ajang pencarian bakat tersebut!


       Mungkin saja kajian dan pemikiran akan fakta-fakta tersebut menjadi dasar lahirnya “NEZ ACADEMY”, sebuah ajang pencarian bakat yang benar-benar “asli Indonesia”dengan konsep school of entertainer yang berjalan pada koridor “Quality is Our Trademark” yang diselenggarakan oleh NET.TV. Kita patut berbangga akan hal tersebut. Meski digelar di stasiun televisi yang terbilang masih baru, tapi ajang pencarian bakat tersebut ternyata disambut dengan sangat antusias dan langsung melekat di masyarakat karena citarasa baru yang disuguhkan benar-benar sangat berbeda dengan ajang pencarian bakat lain yang telah ada sebelumnya. Terlebih, Agnez Mo sebagai headmaster dan salah satu juri dari ajang tersebut memiliki fans yang luar biasa banyak dan sangat loyal yang tersebar di berbagai fanbase di seluruh penjuru tanah air, bahkan hingga luar negeri yang secara otomatis memberi energi tersendiri karena support yang begitu besar. Shout out to NezindaClub or Agneziuos.!!! 


       “Legend Meet Legend”, mungkin itu tidak terlalu berlebihan untuk mengungkapkan kerjasama dan kerja keras Agnez Mo dan Wishnutama, dua “orang besar” dibalik kesuksesan NEZ ACADEMY. “When Legend Meet Perfection and Quality”, itulah kesan yang timbul sejak menyaksikan episode pertama babak audisi hingga final exam yang dikemas begitu menarik, It's really inspiring and more than just a competition. 


Apa yang membuat NEZ ACADEMY begitu berbeda? Lets check these out :

1. Asli Indonesia

Ini adalah poin pertama yang sangat penting mengingat berbagai ajang pencarian bakat di tanah air kebanyakan masih mengadopsi alias copy paste ide dan kreasi ajang pencarian bakat dari luar negeri. NEZ ACADEMY sendiri merupakan hasil karya anak bangsa Indonesia, so proud. Ini baru musim pertama, bayangkan bagaimana megah dan besarnya NEZ ACADEMY pada beberapa musim kedepan, wish it will getting bigger and well known worldwide.

2. Super Surprise Audition

Ini merupakan poin yang paling unik pada saat audisi kontestan NEZ ACADEMY. Jika kebanyakan ajang pencarian bakat mengharuskan para kontestan mendatangi tempat audisi yang telah ditentukan, justru Agnez Mo selaku headmaster dan juri mendatangi langsung para kontestan secara personal yang telah lolos audisi pertama berdasarkan penilaian video performance yang mereka upload di situs Youtube. Bahkan Agnez Mo datang langsung ke rumah beberapa kontestan , it’s a great surprise for all the lucky guys to meet Agnez Mo face to face.

3. Kurikulum Berbasis Kualitas dan Character Building  

Lebih dari sekedar kompetisi, NEZ ACADEMY digelar layaknya sebuah sekolah yang lengkap dengan kurikulum yang "seharusnya" dipelajari dan dikembangkan untuk menjadi seorang entertainer sejati dalam bidang seni apapun. Sebagaimana layaknya sebuah sekolah, ajang ini tidak hanya menuntut kualitas dari segi bakat atau talenta, tapi juga mendidik dan membangun karakter yang baik dan positif untuk tetap konsisten mau belajar dan mengembangkan diri, baik masih berada di dalam atau di luar NEZ ACADEMY. 

4. Be What You Want

Kreasi tanpa batas, itulah kebebasan mutlak bagi para student NEZ ACADEMY untuk mejadi apa yang mereka inginkan. Mereka diberi tanggung jawab untuk membentuk inner image mereka sendiri, fashion style, konsep performance dan semua detail yang ingin mereka tampilkan. "Kami (Agnez Mo dan tim NEZ ACADEMY) tidak membatasi mereka untuk menampilkan apa yang mereka ingin tampilkan dan tidak mengarahkan mereka untuk menjadi apa yang dibutuhkan atau yang sedang hits di market, tapi kami ingin mereka menjadi entertainer yang independent". Itulah salah satu kutipan yang disampaikan sang headmaster pada saat konser final exam beberapa waktu lalu. Dengan demikian, disni para student tentu dapat mewujudkan segala ide dan kreativitas mereka yang dulu mungkin masih sebatas impian.

5. Professional Coaches and Judges

Bisa dikatakan kalau para students NEZ ACADEMY terlalu beruntung untuk dapat mengikuti setiap materi kurikulum yang diajarkan. Bagaimana tidak, disini para students diajar langsung oleh orang-orang yang sangat profesional di bidangnya dan merupakan orang-orang terbaik di Indonesia. Selain Agnez Mo yang sudah tidak perlu lagi dipertanyakan prestasi dan kualitasnya, berikut ini merupakan beberapa "orang besar" dan coach dan  yang berkontribusi besar dalam setiap kelas dan penjurian NEZ ACADEMY : Wishnutama (Founder NET.TV), Steve (Agnez Mo's Manager), Bertha (Vocal Coach), Indra Aziz (Music Arranger & Vocal Coach), NEZindaHOOD (Agnez Mo's Personal Dance Crew), Ade Rai (Atlet), Daniel Mananta (VJ), Candil Serius Band (Singer/Rocker), Ari Lasso (Singer), Dimas Jay (Video Music Director), Yovie Widianto (Song Writer, Singer, Producer), dan masih banyak lagi. Mereka adalah orang-orang terbaik di Indonesia dengan prestasi dan kualitas yang patut diacungi jempol. It's amazing.

6. Sistem Drop Out dari Keputusan Mutlak Dewan Juri

Jika sistem eliminasi atau drop out serta penentuan pemenang pada kebanyak kompetisi sejenis didasarkan pada jumlah polling melalui SMS, justru NEZ ACADEMY secara mutlak diputuskan oleh penilaian dewan juri tanpa melalui polling SMS. Mari kita kaji lebih dalam, jika penilaian mutlak sebuah kompetisi hanya didasarkan pada banyaknya perolehan polling SMS, sungguh sia-sia keberadaan dewan juri untuk memberi komentar karena tidak mempengaruhi penilaian. Dan yang lebih ironis lagi, kondisi tersebut secara jelas menunjukkan bahwa sesungguhnya yang sedang berkompetisi sebenarnya bukanlah para kontestan atau finalis yang perform di atas panggung, tapi para supporter finalis yang "berperang" dengan mengandalkan amunisi pulsa. Maka tak heran jika kontestan terbaik belum tentu jadi pemenang, tapi kontestan dengan "drama" dan supporter terbaik memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi pemenang. Ironis bukan???

7. Fans Favorite on Social Media

Kontribusi fans dari masing-masing student di NEZ ACADEMY ditunjukkan melalui voting di social media untuk mencari satu pemenang favorit fans di setiap final exam yang akan mendapatkan privillage yang variatif, mulai dari hak untuk memilih tema show, lolos di final exam berikutnya, hingga memilih lagu untuk students yang lain serta privillage lainnya. This show is amazing for this one, karena voting yang dihitung benar-benar hasil voting setelah penampilan semua student selesai, sehingga kompetisi ini terbilang adil dan jujur, baik bagi para students, maupun bagi fans yang mendukung.


       Good luck for NEZ ACADEMY, thanks to Agnez Mo for your inspirational life to all the young generation and your contribution in entertainment business in Indonesia. Thanks to Mr.Wishnutama and team to make this happen with Agnez Mo to give us a qualified and educated tv show.


       Congratulation to TOP 15 of NEZ ACADEMY CLASS OF 2013 : Dean, Freddy, Grace, Melisa, Malvin, Cindy, Yulan, Manda, Vanessa, Kila, Tania, Barsena, Ichsan, Keke, Mario. You're the winner.


"Becoz it's not easy to be a great entertainer,
so you're there not just to think and think again,
but to learn and work harder to be what you want"
(DREAM, BELIEVE, AND MAKE IT HAPPEN - @agnezmo)

SEMANGAT DALAM ABJAD untuk Growth Mindset Kamu!

    "Semangat Dalam Abjad", one simple step to your # GrowthMindset ! Halo sobat pembelajar, pilihan apa yang akan kamu prioritas...